Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar?
Andi Muhammad
Selasa, 27 Desember 2022 - 12:30 WIB
Bagaimana Cara Bertaubat dari Dosa Kecil dan Besar? Foto: Istimewa.
Manusia tak luput dari kesalahan dan dosa, sebab itu Allah Maha Pengampun akan mengampuni seluruh dosa hamba-Nya yang benar-benar bertaubat.
Anggota Lembaga Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (LDK MUI), Ustaz Ridwan Hilmi mengatakan, dosa terbagi menjadi dua, yakni dosa kecil dan besar. Adapun dosa-dosa kecil, seperti berbicara kotor, menyinggung hati orang lain secara tidak sengaja dan sebagainya.
Menurut dia, seorang muslim yang menyesali perbuatan tersebut dan ingin bertaubat dengan dosa-dosa kecilnya itu, maka cukup dengan beritstigfar dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
"Kemudian secara amal salih dia bersedekah, bahwa segala sesuatu yang sifatnya baik itu akan menghapus catatan-catatan buruk, baik itu berupa dosa yang lisan maupun dosa yang berupa perbuatan," kata Ustaz Ridwan Hilmi saat di wawancara Langit7.id, Selasa (27/12/2022).
Tenaga Ahli Bidang KUB Dewan Da'wah ini menuturkan, jika dalam hati kita ingin berbicara kotor dan melakukan perbuatan yang tidak mengenakan orang lain, sebaiknya diurungkan dan kembali beristigfar. Sebab dosa-dosa kecil bila rutin dilakukan akan bertumbuk layaknya dosa besar.
Baca Juga:Tafsir Al Hajj Ayat 1: Perintah Bertakwa kepada Allah Ta'ala
Untuk dosa besar, lanjut dia, maka diharuskan untuk benar-benar bertaubat. Dalam hal ini, ketika sudah bertaubat seorang muslim wajib menjadi pribadi baru yang jauh lebih baik serta menyesali perbuatan di masa lampau.
Anggota Lembaga Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (LDK MUI), Ustaz Ridwan Hilmi mengatakan, dosa terbagi menjadi dua, yakni dosa kecil dan besar. Adapun dosa-dosa kecil, seperti berbicara kotor, menyinggung hati orang lain secara tidak sengaja dan sebagainya.
Menurut dia, seorang muslim yang menyesali perbuatan tersebut dan ingin bertaubat dengan dosa-dosa kecilnya itu, maka cukup dengan beritstigfar dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
"Kemudian secara amal salih dia bersedekah, bahwa segala sesuatu yang sifatnya baik itu akan menghapus catatan-catatan buruk, baik itu berupa dosa yang lisan maupun dosa yang berupa perbuatan," kata Ustaz Ridwan Hilmi saat di wawancara Langit7.id, Selasa (27/12/2022).
Tenaga Ahli Bidang KUB Dewan Da'wah ini menuturkan, jika dalam hati kita ingin berbicara kotor dan melakukan perbuatan yang tidak mengenakan orang lain, sebaiknya diurungkan dan kembali beristigfar. Sebab dosa-dosa kecil bila rutin dilakukan akan bertumbuk layaknya dosa besar.
Baca Juga:Tafsir Al Hajj Ayat 1: Perintah Bertakwa kepada Allah Ta'ala
Untuk dosa besar, lanjut dia, maka diharuskan untuk benar-benar bertaubat. Dalam hal ini, ketika sudah bertaubat seorang muslim wajib menjadi pribadi baru yang jauh lebih baik serta menyesali perbuatan di masa lampau.